Pengertian Open Source Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

, , No Comments
Di dunia yang digerakkan oleh roda perekonomian, hanya ada 2 (dua) jenis barang yang beredar di pasaran: Berbayar atau gratis. Hal yang sama juga berlaku di pasar perangkat lunak. Software yang dibuat oleh satu perusahaan tertentu atau sekelompok orang yang berkekuatan hukum serta diedarkan secara bertanggung jawab dan disertai jaminan purna-jual cenderung masuk ke dalam kategori software berbayar. Sementara perangkat lunak yang diedarkan oleh secara bebas dan diproduksi – dan dikoreksi serta dikembangkan – oleh banyak orang secara kolaboratif tanpa dibayar cenderung masuk ke dalam kategori gratis. Namun, istilah gratis kurang disukai dalam dunia dimana kapitalisme menjadi rajanya. Mereka yang berkecimpung dalam produksi software jenis kedua lebih menyukai terminologi ‘open source’ untuk menamai produk mereka.

Penjelasan detail mengenai open source
Penjelasan detail mengenai open source
Praktik open source memberi ruang bernafas tersendiri bagi mereka yang menghendaki tiadanya kepemilikan atau monopoli dalam dunia Internet. Jika dilihat dari sejarah kemunculan praktik open source di akhir tahun 90-an, maka terlihat jelas bahwa aksi ini merupakan tandingan atas sepak terjang perusahaan raksasa seperti Microsoft yang dinilai bakal memonopoli dunia komputer dan Internet di seluruh dunia. Bagi segelintir orang, gerakan open source merupakan hal yang menarik untuk dijalani. Betapa tidak, dengan adanya open source, orang merasa punya kemampuan dan hak untuk mengubah ‘tampilan’ dan komputer sebagaimana yang mereka kehendaki. Dalam hal ini, open source tidak lagi dipandang sebagai suatu aksi anti-komersialisasi perangkat lunak, tapi penentu kemerdekaan seorang pengguna komputer.

Pengertian Open Source

Terminologi ‘open source’ merujuk pada sesuatu yang dapat dimodifikasi dan dibagi secara gratis karena sifat dasar desainnya yang dapat diakses secara publik. Terminology ini bermula dari konteks pengembangan perangkat lunak guna memenuhi kebutuhan program komputer tertentu.

Sebagai sebuah gerakan baru di dunia perangkat lunak dan Internet, open source berhasil mendorong para developer perangkat lunak untuk aktif memproduksi software dalam kuantitas dan kualitas tinggi. Pasar memberi respon positif, yang ditunjukkan oleh maraknya penggunaan software open source. Tercatat sekitar 97 persen organisasi besar dunia menggunakan software open source, dan 78 persen di antaranya menyandarkan operasional mereka dari perangkat lunak sejenis, baik sebagian maupun keseluruhan. Di luar kisah sukses yang ditunjukkan dan masa depan gemilang open source, ada sejumlah potensi serius yang dibawanya. Sikap hati-hati tidak pernah salah untuk ditempuh, terutama saat berhubungan dengan teknologi.

Kelebihan Open Source

Berikut adalah sejumlah kelebihan open source, yang menjadikannya seksi di mata end user dan membuatnya terus berkembang di masa depan:

1. Gratis atau murah
Menemukan satu versi open source dari sebuah perangkat lunak berbayar yang sudah Anda beli merupakan berkah tersendiri bagi banyak perusahaan. Pengoperasian perusahaan tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk membeli lisensi akan mengubah banyak hal, terlebih jika itu menimpa sebuah perusahaan kecil. Dalam kasus ini, perangkat lunak open source berhasil menyelamatkan perusahaan dari biaya besar setiap tahunnya atau secara periodik.

2. Terus mengalami perbaikan
Perangkat lunak open source terus mengalami evolusi seiring dengan pertambahan waktu karena aktifitas para developer yang tak berhenti melakukan debugging, perbaikan di sana-sini dan penambahan fitur yang dirasa relevan dan diperlukan. Hal ini mungkin sekali dilakukan dalam waktu cepat dan skala besar karena banyak orang yang terlibat dalam upaya perbaikan ini; dan siapapun berhak ikut serta dalam improvisasi perangkat lunak tersebut.

3. Bebas melakukan apapun dengannya
Pengguna sebuah software open source tidak berhenti pada proses instalasi saja; yang bersangkutan juga bisa menyesuaikan penggunaan sesuai kebutuhan. Dalam hal ini, user bebas memodifikasi fitur-fitur yang perlu diubah.

4. Tidak terjebak pada sistem kepemilikan apapun
Bergelut dengan software open source tidak akan membuat penggunanya terjebak pada sistem kepemilikan atau lisensi dimana vendor mendesain produk yang hanya kompatibel untuk sistem tertentu. Karena software open source bebas dari campur tangan atau kepemilikan perusahaan tertentu, tidaklah penting jika sang penemu software telah melepaskan diri dari karyanya atau tak lagi berkutat dalam bisnis tersebut. Yang penting adalah masih ada satu komunitas yang aktif menggarap, software open source ini tetap eksis.

Kekurangan Open Source

Akan tetapi, sejumlah pihak enggan berhubungan dengan software open source dan lebih suka memilih perangkat lunak yang berbasis lisensi. Hal-hal berikut ini alasannya, sekaligus dianggap sebagai kekurangan software open source:

1. Kurang aman
Berhubung source code perangkat lunak open source sifatnya terbuka dan bisa diakses siapapun, ketika terdapat kesalahan di dalamnya maka sangat mungkin bagi para hacker untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang mengancam keamanan sistem komputer pengguna

2. Performa tidak menjanjikan
Kondisi ini berbeda untuk dua kasus. Kasus pertama adalah dimana produk open source ini disokong oleh sebuah perusahaan atau sekelompok developer. Sementara kasus kedua terjadi saat produk open source ini hanya merupakan proyek gratisan yang dilakukan sejumlah developer. Jika yang pertama yang terjadi, maka software open source ini tak ada bedanya dengan produk komersil manapun. Tapi, semuanya berbeda ketika yang kedua lah yang terjadi, karena itu artinya tidak ada perencanaan yang jelas atas debugging atau penambahan fitur baru. Mau tak mau, end user terpaksa melakukan pengubahan tersebut sendiri agar performanya memuaskan

3. Jebakan biaya
Banyak perusahaan yang mulanya terbius oleh fakta bahwa perangkat lunak open source gratis. Malangnya, banyak pula yang tidak menyadari pentingnya melibatkan faktor biaya untuk mengintegrasikan software tersebut ke sistem mereka. Tidak hanya itu, end user harus memikirkan pula ongkos support dan maintenance di kemudian hari.

4. Risiko terabaikan dan tak berkembang
Meski sifatnya gratis, dapatkah Anda membayangkan jika suatu hari para programmer kunci perangkat lunak open source tersebut tidak lagi berminat mengembangkan atau tak punya lagi waktu untuk menggarap proyek ini? Satu-satunya hal yang pasti terjadi adalah software ini akan segera terabaikan. Proyek open source bisa dibilang angin-anginan, dan merupakan risiko yang sangat besar jika Anda berinvestasi banyak di dalamnya namun kemudian terhenti di tengah jalan.

0 comments:

Post a Comment