Pengertian IP Address dan Fungsi IP Address pada Jaringan Komputer

, , No Comments
Dunia digital tidak sepenuhnya berbeda dari dunia nyata. Terkesan maya dan tidak punya bentuk kasat mata, dunia digital menawarkan kengerian tersendiri karena apa yang dilakukan penggunanya lebih mudah diketahui ketimbang di dunia nyata. Itu semua disebabkan oleh adanya terminologi dalam dunia Internet yang bernama IP address.

Peran IP address tak bisa dikesampingkan begitu saja. Jaringan komputer tidak akan bisa berfungsi tanpa adanya address. Kapan pun, ketika Anda mengirim sesuatu, maka yang kita butuhkan adalah kepastian barang tersebut akan diterima atau sampai di alamat mana, kan? Namun, pengetahuan soal yang satu ini menjadi syarat wajib bagi mereka yang berposisi sebagai seorang network engineer atau administrator. Apa itu IP address, haruslah diketahui dengan baik. Hanya dengan memahami IP address, seseorang dapat mengkalkulasi seberapa besar kerusakan yang terjadi di sebuah jaringan.

Pengertian IP address

Konsepsi IP address muncul dengan didasari pemikiran bahwa segala sesuatu pastilah memiliki identitas. Hal ini juga berlaku pada perangkat komunikasi yang Anda gunakan saat menggunakan jaringan Internet. Perlu diketahui bahwa setiap perangkat yang berselancar di Internet memiliki satu nomor unik. Inilah yang dinamakan dengan IP address, yang merupakan singkatan dari Internet Protocol address. Nomor identifikasi unik ini menunjukkan serangkaian jaringan perangkat keras.


Setiap pengguna Internet tak bisa lepas dari IP address, karena ia merupakan syarat utama agar pengguna dapat berkomunikasi dengan perangkat lain, user, dan juga komputer lain yang terhubung dengan Internet. Berbeda dengan alamat di dunia nyata yang bisa salah dan nyasar ke tetangga, IP address memungkinkan deteksi pengguna Internet secara langsung karena ia tak pernah tergandakan. Anda dapat mengetahui dengan pasti IP address Anda seakan-akan itu nomor telepon; unik, dan hanya Anda yang satu-satunya memiliki di seluruh dunia.

Ada 2 (dua) jenis IP address, yakni public IP address dan private IP address. Public IP address merupakan alamat yang dimiliki suatu komputer sehingga yang bersangkutan memiliki akses langsung dalam jaringan Internet. Sebuah server web, server email dan sembarang server yang dapat diakses secara langsung dari Internet merupakan public IP address. Intinya, sebuah public IP address sifatnya unik secara global, dan hanya dapat diberlakukan pada satu perangkat komunikasi berbasis Internet yang unik pula.

Sementara itu, private IP address merupakan alamat yang dialokasikan oleh InterNIC sehingga memungkinkan organisasi-organisasi membuat jaringan pribadi mereka sendiri. Ada tiga blok IP yang diperkenankan untuk penggunaan publik. Komputer, tablet dan ponsel cerdas serta personal komputer di perkantoran biasanya masuk dalam kategori yang satu ini. Printer jaringan yang nangkring di ujung kantor Anda, misalnya, memiliki private IP address sehingga hanya mereka yang sekantor dengan Anda saja lah yang bisa memanfaatkannya.

Ketika sebuah komputer memiliki private IP address, maka perangkat komunikasi lokal memandang komputer ini lewat private IP address mereka juga. Namun, peralatan yang ada di luar jaringan lokal Anda tidak akan bisa berkomunikasi langsung via private IP address, tapi menggunakan router public IP address sebagai gantinya. Agar bisa mengakses langsung ke perangkat lokal yang dikenai private IP address, maka dibutuhkan sebuah Network Address Translator (NAT).

fungsi ip address
Cara kerja NAT


Sebagai suatu alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu perangkat komunikasi, IP address terdiri dari 32 bit biner yang terbagi menjadi network portion dan host portion dengan bantuan sebuah subnet mask. Ke-32 bit biner tersebut kemudian dipecah menjadi 4 (empat) oktet – dimana 1 oktet adalah 8 bit. Masing-masing oktet kemudian dikonversi menjadi bentuk desimal dan dipisahkan oleh titik alias dot.

Nah, untuk alasan inilah, sebuah alamat IP dikatakan memiliki ekspresi berupa format desimal bertitik atau dottet decimal format seperti 172.16.81.100. Nilai di masing-masing oktet berkisar antara 0 hingga 255 desimal atau 00000000 – 11111111 biner. Tapi, bagaimana mengkonversi oktet biner menjadi desimal? Caranya sederhana. Bit paling kanan, atau bit yang paling tidak penting, dari sebuah oktet memiliki nilai 20. Sementara itu, bit yang ada di sebelah kirinya memiliki nilai 21. Ini terus berlanjut hingga bit paling kiri – atau bit paling penting – yang memiliki nilai 27.

Fungsi IP address

Sudah jelas bahwa IP address merupakan sarana untuk identifikasi. Suatu IP address dapat menunjukkan identitas sebuah jaringan komputer. Mirip dengan alamat rumah yang menunjukkan lokasi fisik spesifik dari alamat tersebut, dan lain sebagainya. Semisal kita hendak mengirim paket ke seorang teman yang ada di luar negeri, maka yang kita butuhkan adalah alamat tujuan yang lengkap. Adalah tidak cukup jika pengiriman tersebut dilakukan hanya dengan mencantumkan nama dan berharap sampai padanya. Tidak. Yang perlu kita tuliskan adalah alamat spesifik tempat ia berada.

Proses semacam ini juga terjadi saat kita mengirim data lewat Internet. Namun, alih-alih menggunakan buku catatan untuk menemukan nama dan alamat fisik seseorang, komputer yang biasa kita gunakan menggunakan DNS server agar bisa menemukan nama host sehingga IP address-nya dapat ditemukan.

Ilustrasinya sebagai berikut. Ketika menuliskan sebuah website ke dalam browser sepert www.techtalk.com, maka permohonan saya untuk load halaman tersebut akan dikirim ke DNS server yang melakukan look up nama host tadi, yakni www. Techtalk.com agar bisa tiba di IP address yang tepat, misal 151.872.53.156. Tanpa adanya IP address, maka komputer kita bakal bengong; tidak tahu apa dan siapa yang harus dituju.

0 comments:

Post a Comment