Kita dapat melakukan browsing tanpa menggunakan browser. Browser merupakan salah satu aplikasi atau software yang wajib diinstall pada komputer atau laptop anda. Ada banyak browser yang bisa anda gunakan, seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, Microsoft Edge dan lain sebagainya. Masing-masing browser memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Maka dari itu, sebagai pengguna internet yang bijak, anda perlu mempertimbangkan browser mana yang akan anda gunakan.

Dalam artikel berikut ini, saya akan mengulas salah satu browser yang paling populer, yakni Mozilla Firefox. Saya akan menjelaskan sedetail mungkin masing-masing kelebihan dan kekurangan dari browser ini. Anda dapat melihat kelebihan dan kekurangan Mozilla Firefox dibawah ini:

A. Keunggulan Mozilla Firefox

  1. Mozilla Firefox didukung banyak fitur menarik dan keren yang tentunya akan membuat kegiatan browsing anda menjadi jauh lebih nyaman. Ada banyak Add-ons yang menarik pada Mozilla, seperti add-ons youtube downloader, dimana dengan add-on ini, anda dapat mendownload berbagai video di youtube dengan mudah dan gak ribet. Add-ons youtube downloader seperti ini tidak akan anda temukan di Google Chrome dikarenakan pihak Google Chrome melarang atau tidak memperbolehkan add-ons seperti ini
  2. Pengaturan pada Mozilla Firefox jauh lebih komplek dan lengkap. Pengaturan yang lengkap dan komplek membuat pengguna Mozilla menjadi lebih leluasa dalam mengatur tampilan, item atau fitur yang terdapat di Mozilla. 
  3. Adanya fitur Private Browsing yang memungkinkan anda dapat melakukan browsing secara anonymous. Semua aktivitas browsing seperti situs-situs yang pernah anda kunjungi tidak akan tersimpan di histori browser. 
  4. Mozilla Firefox dilengkapi dengan fitur Restore. Dengan adanya fitur ini, misalkan browser Mozilla tiba-tiba crash, anda dapat mengembalikan atau membuka kembali halaman web yang sebelumnya terbuka.
  5. Mozilla Firefox dilengkapi dengan desain yang minimalis namun tetap mempunyai ciri khas. Tampilan pada Mozilla Firefox juga sangat friendly dan mudah dinavigasikan.

B. Kekurangan Mozilla Firefox

  1. Sering terjadi crash jika membuka banyak tab sekaligus. Mozilla Firefox akan mengalami crash jika anda membuka puluhan tab sekaligus dalam satu waktu. Untuk 10-50 tab mungkin masih bisa dihandle oleh Mozilla Firefox, namun jika lebih dari itu, kemungkinan besar Mozilla akan mengalami crash atau not responding.
  2. Akses internet menggunakan Mozilla Firefox sedikit lebih lambat jika dibandingkan dengan Google Chrome dan Opera. Namun saya rasa hal ini juga dipengaruhi oleh kecepatan internet anda. 
Itulah beberapa kelebihan maupun kekurangan dari Mozilla Firefox. Anda berhak menggunakan browser mana saja yang anda inginkan. Namun dengan adanya ulasan diatas, mungkin bisa anda jadikan pertimbangan untuk menggunakan browser Mozilla Firefox. Link download Mozilla Firefox terbaru dan gratis bisa anda dapat di situs resminya (www.mozilla.org).
Pesatnya perkembangan teknologi komputasi dan meningkatnya kebutuhan akan simulasi tampilan 3D berada di balik kelahiran dan maraknya teknologi virtual reality (VR). Tidak diragukan lagi, virtual reality (VR) akan menjadi platform komputasi raksasa berikutnya. Temuan ini bukan hal sepele yang bisa diabaikan begitu saja. Apa yang telah ditemukan jauh hari sebelum Internet booming ini tidak diragukan lagi akan memberi dampak luar biasa besar terhadap dunia pendidikan, kesehatan, dan perilaku konsumen. Kelak, dunia hiburan pun akan berubah secara drastis dengan adanya virtual reality (VR). Sejumlah kalangan bahkan mensinyalir bahwa industri perfilman – dalam hal ini adalah bioskop – terancam gulung tikar jika virtual reality (VR) menawarkan kepuasan lebih.

Secara praktis, virtual reality (VR) hanya bisa dinikmati dengan menggunakan headset, yang bentuknya mirip sepasang kacamata namun menutupi seluruh penglihatan Anda dengan tampilan sebuah gambar. Tidak mengherankan jika teknologi virtual reality (VR) ditanggapi secara lebih serius lagi belakangan ini karena kemampuannya mengubah persepsi dan keintiman dengan user. Siapa yang tak mengenal Oculus, Facebook, Samsung, Microsoft, Sony, Google, dan Viewmaster?

Kesemuanya serius menggarap virtual reality (VR); berlomba-lomba memenangkan posisi di depan muka Anda. Padahal, virtual reality (VR) tak lebih dari perangkat lunak yang mampu menghasilkan tampilan 3D. Sederhana, memang. Tapi, sesuatu yang besar kerapkali bermula dari hal sederhana. Virtual reality (VR) hanyalah segelintir contoh yang bakal membuktikan itu semua.

Pengertian Virtual Reality

Virtual reality (VR) merupakan lingkungan buatan yang diciptakan oleh perangkat lunak dan disajikan pada user sedemikian rupa sehingga user menerimanya sebagai lingkungan yang benar-benar nyata. Pada sebuah komputer, keberadaan virtual reality (VR) dapat dinikmati melalui dua dari kelima indera kita, yakni indera penglihatan dan suara. Bentuk paling sederhana dari virtual reality (VR) adalah gambar 3D yang dapat dieksplorasi secara interaktif dengan menggunakan sebuah PC; cukup dengan memanipulasi tombol keyboard atau menggerakkan mouse ke arah tertentu.


Sebagai sebuah teknologi, virtual reality (VR) mengalami perjalanan panjang. Seiring dengan perjalanan itulah ia mengalami pembagian fungsi: (1) Sebagai simulasi sebuah lingkungan nyata untuk keperluan pelatihan dan pendidikan; dan, (2) Sebagai bentuk pengembangan suatu lingkungan imajiner sebagai bagian dari sebuah game atau kisah tertentu. Fungsi dan tujuan paling mendasar dari diciptakannya teknologi virtual reality (VR) adalah memungkinkan seseorang untuk menikmati dan memanipulasi lingkungan yang tersaji di balik headset-nya seakan-akan itu merupakan lingkungan nyata.

Perlu dipahami bahwa virtual reality (VR) berbeda dari lingkungan 3D sederhana sebagaimana yang kerap ditemukan di video game, dimana user dapat memanipulasi lingkungan melalui sebuah avatar dan tidak berinteraksi secara langsung di dunia virtual tersebut.

Perkembangan Virtual Reality

Sejarah keberadaan virtual reality (VR) tidak lepas dari tingginya apresiasi terhadap teknologi tersebut sejak awal tahun 90-an, terutama setelah peluncuran salah satu headset VR komersil pertama yang dinamakan Forte VFX1. Namun, gegap gempita respon terhadap keberadaan VR harus menurun karena adanya gelombang teknologi yang baru muncul yang dinamakan Internet. Kelahiran Internet waktu itu menyita seluruh perhatian industri teknologi dan komputasi secara keseluruhan karena menawarkan cara komunikasi baru; sementara kegunaan virtual reality (VR) belum sepenuhnya dipahami, kecuali sebagai alat ‘permainan’ belaka.

Ide akan keberadaan virtual reality (VR) komersil muncul kembali di tahun 2012 ketika headset VR generasi baru lahir ditandai dengan keberadaan Oculus Rift. Sejak saat itu, HTC Vive dan PlayStation VR ikut muncul sebagai headset VR komersil yang menjanjikan. Popularitas ponsel cerdas yang terus mendunia memperbanyak pihak untuk ikut serta dalam memasyarakatkan dan memproduksi headset VR lewat proyek seperti Google Cardboard dan Samsung Gear VR.
Perkembangan virtual reality (VR)
Perkembangan virtual reality (VR) terus meningkat seiring dengan dirasakannya manfaat keberadaan headset virtual reality (VR). Para profesional seperti arsitek dan insinyur merasa diuntungkan dengan adanya headset virtual reality (VR) karena memungkinkan komunikasi visual yang jelas dan bening dengan hasil rancangan mereka. Sejak detik itulah muncul kesadaran bersama untuk mengkolaborasikan para pembuat keputusan dan klien secara visual. Sejumlah industri telah merasakan manfaat VR sejak lama; dan lebih banyak lagi yang baru bersentuhan. Namun, adopsi teknologi virtual reality (VR) semakin meningkat tingginya tawaran penggunaannya.

Saat ini, misalnya, virtual reality (VR) banyak dilibatkan dalam proses pelatihan kerja dan visualisasi produk secara 3D. Sungguh penggunaan yang sangat ‘rendah’ untuk teknologi yang lahir hampir bersamaan dengan Internet – jika tidak dapat dikatakan mendahuluinya. Paling tidak, aplikasi virtual reality (VR) seperti kedua hal di atas meningkatkan apresiasi orang atas keberadaan teknologi virtual reality (VR) dengan membungkus berbagai proses kompleks dalam bentuk tampilan 3D.

Belakangan ini virtual reality (VR) mendapat ‘pesaing’, yang dinamakan dengan augmented reality (AR). Banyak yang belum bisa membedakan virtual reality (VR) dari augmented reality (AR). VR sepenuhnya membatasi pandangan atau persepsi mata user terhadap realitas fisik, sementara AR berupaya mentransposisi lapisan-lapisan data digital 3D menjadi realitas fisik. Bersama-sama, baik virtual reality (VR) maupun augmented reality (AR) siap mengubah persepsi kita atas realitas.

Bagaimana Virtual Reality Bekerja

Satu-satunya cara agar virtual reality (VR) bisa bekerja adalah dengan mengenakan headset. Sebuah headset virtual reality (VR) dikenakan layaknya sebuah kacamata berukuran besar yang menutupi seluruh penglihatan user. Hanya dengan cara seperti ini user dapat sepenuhnya menikmati dunia yang disajikan oleh teknologi virtual reality (VR).

pengertian vr adalah
Cara kerja virtual reality (VR)
Setelah mengenakan headset tersebut, user dapat mengaktifkan aplikasi yang diinginkan – entah itu berupa game, film, atau apapun yang telah diolah dengan teknologi virtual reality (VR) – secara manual atau dengan bantuan orang lain. Sebelum mengaktifkan aplikasi, user juga bisa mengenakan berbagai jenis perangkat input yang bisa dikenakan di tangan, kepala, atau bagian tubuh lainnya. Nah, di sini masing-masing produsen headset virtual reality (VR) memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Headset keluaran Oculus Rift dan PlayStation VR, misalnya, dinamakan HMD (head mounted display) karena memang penggunaannya cukup dengan memasang di kepala. Sementara untuk Google Cardboard user harus memasangkan layar ponsel cerdas ke tempat yang telah disediakan di headset tersebut. Kesemuanya bertujuan sama, yakni menghasilkan tampilan 3D tanpa batas.

Headset virtual reality (VR) menggunakan dua feed yang dikirimkan ke satu display atau dua display LCD, masing-masing untuk satu mata. Di sana ada pula lensa-lensa yang ditempatkan di antara mata user dan pixel – yang membuat perangkat ini kerap dinamakan kacamata. Pada beberapa kesempatan, lensa-lensa ini dapat disesuaikan sedemikian rupa agar cocok untuk jarak kedua mata user, yang mana berbeda untuk tiap orang. Nah, lensa-lensa tersebut bertindak untuk fokus dan membentuk ulang gambar untuk masing-masing mata dan menghasilkan tampilan 3D stereoskopik. Sayangnya, headset yang ada saat ini belum memungkinkan tampilan 360 derajat secara utuh. Yang paling modern hanya menghasilkan perputaran 100 atau 110 derajat.
Globalisasi dan semakin tingginya penetrasi Internet hingga ke pelosok menjadikan terminologi ‘server’ marak dijadikan pembahasan belakangan ini. Tugasnya yang ‘sederhana’ namun krusial, yakni sebagai fasilitator informasi di jaringan Internet, membuatnya masuk dalam sorotan tatkala sebuah aplikasi berbasis ponsel atau komputer, misalnya, diluncurkan. “Di negara mana server media sosial tersebut berada?” atau “Bagaimana kerahasiaan data kita terjamin jika server untuk toko daring itu ada di Singapura?” merupakan contoh pertanyaan yang muncul terkait dengan booming-nya peran server di dunia komputasi dan komunikasi.

Sebagian besar memilih bermain aman, tidak ambil pusing, dengan keberadaan terminologi server, klien, dan jaringan komputer. Padahal, tidak sulit untuk memahami itu semua mengingat kesemuanya eksis dalam praktik keseharian kita semua. Jaringan komputer, misalnya, dapat didefinisikan sebagai sekumpulan komputer, printer, dan perangkat keras lain. Nah, dalam sebuah jaringan komputer hanya ada 2 (dua) jenis komputer, yakni server dari client.

Bagaimana membedakan keduanya? 


Praktis saja, sebenarnya. Biasanya, komputer yang paling canggih dan mahal di sebuah jaringan komputer bertindak sebagai server. Hal ini masuk akal karena dalam setiap user (atau klien) di jaringan tersebut pasti mengakses server. Otomatis, komputer yang lebih murah dan kurang canggih bertindak sebagai klien. Cara mudah untuk membedakannya adalah komputer jenis ini digunakan oleh individu – bahkan sifatnya ada kalanya portable. Dari segi jumlah, server selalu lebih sedikit: Sebuah jaringan komputer dengan 10 komputer klien biasanya bisa ‘hidup’ cukup dengan satu server.

Pengertian Server

Server merupakan sebuah komputer yang digunakan di sebuah jaringan dan menyediakan jasa ke klien. Sebuah server biasanya memiliki processing power lebih tinggi ketimbang yang lain. Tak hanya itu, server juga harus memiliki kapasitas penyimpanan dan memori lebih besar ketimbang client computers. Adapun yang disebut belakangan, yakni client computer, adalah komputer yang tidak bertindak sebagai server. Apa yang dilakukan oleh sebuah client computer adalah mengakses informasi atau layanan dari server.

Pemahaman akan apa dan bagaimana sebuah server bekerja melibatkan pemahaman akan apa itu jaringan komputer. Ketika komputer-komputer dihubungkan secara fisik oleh kabel – atau secara nirkabel – dan saling berbagi data, informasi atau servis, maka kumpulan komputer itulah yang dinamakan sebagai jaringan komputer. Nah, di dalam jaringan komputer hanya ada dua atau lebih partisipan, yang mana paling tidak satu di antaranya bertindak sebagai klien dan lainnya bertugas sebagai server.

Beban kerja yang berat serta adanya kebutuhan respon yang cepat meniscayakan dibutuhkannya mesin server dengan spesifikasi perangkat keras khusus; yang membedakannya dengan komputer pada umumnya. Hard drive untuk server, misalnya, berbeda sama sekali dengan hard drive pada komputer desktop (baca: komputer klien). Sebuah komputer server menggunakan sistem penyimpanan data yang dikenal sebagai Redundant Array of Inexpensive Disks (RAID).

pengertian server dan fungsi server
Redundant Array of Inexpensive Disks (RAID)
Sebagaimana namanya, sistem RAID pada dasarnya merupakan sekmpulan disk drive yang dikonfigurasi sedemikian rupa sehingga bertindak layaknya satu disk drive saja. Konfigurasi ini meningkatkan efisiensi aliran data. Jika satu disk gagal berfungsi, misalnya, kumpulan disk drive ini dapat terus melanjutkan fungsinya tanpa perlu khawatir akan kehilangan data.

Tak berhenti sampai di sini, server komputer komersil juga memerlukan prosesor yang cepat, RAM yang memadai guna memenuhi request yang banyak, serta catu daya yang tidak pernah mati. Tidak mengherankan jika keberadaan mesin Uninterruptible  Power Supply alias UPS merupakan hal yang mutlak bagi sebuah server komputer. Selain itu, fakta bahwa sebuah server tidak boleh mati dan terus-menerus melayani aliran informasi membuatnya rentan mengalami kenaikan temperatur. Maka dari itu, sebuah server yang benar akan selalu ditempatkan di dalam ruangan berpendingin yang tertutup dan tidak mudah diakses oleh binatang sekecil apapun.

Fungsi Server

Fungsi paling mendasar sebuah server komputer adalah mengawasi aliran informasi di sebuah jaringan komputer seraya memungkinkan aliran informasi tersebut berlangsung dengan lancar. Dalam model pemrograman klien-server, sebuah program yang dipasang di server menanti dan memenuhi request yang dikirim oleh program klien – yang mungkin berjalan di komputer yang sama atau komputer lain. Sebuah aplikasi atau perangkat lunak tertentu di satu komputer bisa bertindak sebagai klien dengan request servis berasal dari program lain. Aplikasi yang sama juga bisa bertindak sebagai server jika ia memenuhi request perangkat lunak atau program lain.


Ada banyak jenis server komputer, dan kesemuanya dikelompokkan menurut kegunaan atau fungsinya. Sebuah web server, misalnya, merupakan program komputer yang melayani permohonan halaman atau berkas HTML. Berikut adalah tipe server, yang mana kesemuanya lahir berkat pemenuhan fungsi tertentu:
  1. Application server: program atau perangkat lunak di sebuah komputer di suatu jaringan yang menyediakan business logic untuk sebuah program.
  2. Proxy server: perangkat lunak yang bertindak sebagai penghubung antara perangkat endpoint seperti komputer dengan server lain yang menjadi tempat klien atau user meminta pemenuhan servis.
  3. Mail server: sebuah aplikasi yang menerima e-mail masuk dari local user – yakni orang yang berasal dari domain yang sama – dan remote senders dan meneruskan e-mail keluar sebagai bagian dari proses pengiriman.
  4. Virtual server: program yang bekerja pada sebuah shared server yang dikonfigurasi sedemikian rupa sehingga memiliki kontrol layaknya sebuah server.
  5. Blade server: sebuah chassis server yang menjadi wadah sejumlah sirkuit elektronik modular yang disebut server blades, yang mana tiap blade merupakan server tersendiri dan seringkali dikhususkan untuk menggarap satu aplikasi tertentu.
  6. File server: sebuah komputer yang bertanggung jawab sebagai pusat penyimpanan dan manajemen data, dan akan diakses oleh semua komputer yang ada di jaringan yang sama
  7. Policy server: komponen keamanan sebuah jaringan berbasis policy yang menyediakan layanan otorisasi dan memfasilitasi penelusuran dan kontrol data.

Bagaimana Server Bekerja

Server komputer menjalankan sejumlah tugas penting dan merupakan suatu bagian paling krusial dalam infrastruktur IT sembarang organisasi. Kebutuhan akan suatu server komputer menjadi semakin besar ketika terdapat aliran informasi yang begitu tinggi dalam sebuah jaringan komputer. Aktifitas online shopping, misalnya, melibatkan proses yang begitu kompleks; mulai dari penyediaan keamanan transaksi, proses autentikasi hingga pembayaran dan pemesanan. Keseluruhan proses pembelian tampak enteng, tapi itu semua takkan terjadi tanpa adanya keterlibatan sejumlah server komputer.

Yang pertama terjadi adalah permintaan atas halaman web toko online tersebut dikirim ke web server. Pihak server kemudian menggarap permintaan tersebut seraya langsung menyusun ulang halaman web yang diminta tersebut dan mengirimkan kembali halaman web itu ke klien menggunakan protokol seperti HTTP. Proses ini diakhiri dengan browser user menerima data tersebut dan mengkonversinya serta menampilkan halaman web toko online tersebut.
Di dunia yang digerakkan oleh roda perekonomian, hanya ada 2 (dua) jenis barang yang beredar di pasaran: Berbayar atau gratis. Hal yang sama juga berlaku di pasar perangkat lunak. Software yang dibuat oleh satu perusahaan tertentu atau sekelompok orang yang berkekuatan hukum serta diedarkan secara bertanggung jawab dan disertai jaminan purna-jual cenderung masuk ke dalam kategori software berbayar. Sementara perangkat lunak yang diedarkan oleh secara bebas dan diproduksi – dan dikoreksi serta dikembangkan – oleh banyak orang secara kolaboratif tanpa dibayar cenderung masuk ke dalam kategori gratis. Namun, istilah gratis kurang disukai dalam dunia dimana kapitalisme menjadi rajanya. Mereka yang berkecimpung dalam produksi software jenis kedua lebih menyukai terminologi ‘open source’ untuk menamai produk mereka.

Penjelasan detail mengenai open source
Penjelasan detail mengenai open source
Praktik open source memberi ruang bernafas tersendiri bagi mereka yang menghendaki tiadanya kepemilikan atau monopoli dalam dunia Internet. Jika dilihat dari sejarah kemunculan praktik open source di akhir tahun 90-an, maka terlihat jelas bahwa aksi ini merupakan tandingan atas sepak terjang perusahaan raksasa seperti Microsoft yang dinilai bakal memonopoli dunia komputer dan Internet di seluruh dunia. Bagi segelintir orang, gerakan open source merupakan hal yang menarik untuk dijalani. Betapa tidak, dengan adanya open source, orang merasa punya kemampuan dan hak untuk mengubah ‘tampilan’ dan komputer sebagaimana yang mereka kehendaki. Dalam hal ini, open source tidak lagi dipandang sebagai suatu aksi anti-komersialisasi perangkat lunak, tapi penentu kemerdekaan seorang pengguna komputer.

Pengertian Open Source

Terminologi ‘open source’ merujuk pada sesuatu yang dapat dimodifikasi dan dibagi secara gratis karena sifat dasar desainnya yang dapat diakses secara publik. Terminology ini bermula dari konteks pengembangan perangkat lunak guna memenuhi kebutuhan program komputer tertentu.

Sebagai sebuah gerakan baru di dunia perangkat lunak dan Internet, open source berhasil mendorong para developer perangkat lunak untuk aktif memproduksi software dalam kuantitas dan kualitas tinggi. Pasar memberi respon positif, yang ditunjukkan oleh maraknya penggunaan software open source. Tercatat sekitar 97 persen organisasi besar dunia menggunakan software open source, dan 78 persen di antaranya menyandarkan operasional mereka dari perangkat lunak sejenis, baik sebagian maupun keseluruhan. Di luar kisah sukses yang ditunjukkan dan masa depan gemilang open source, ada sejumlah potensi serius yang dibawanya. Sikap hati-hati tidak pernah salah untuk ditempuh, terutama saat berhubungan dengan teknologi.

Kelebihan Open Source

Berikut adalah sejumlah kelebihan open source, yang menjadikannya seksi di mata end user dan membuatnya terus berkembang di masa depan:

1. Gratis atau murah
Menemukan satu versi open source dari sebuah perangkat lunak berbayar yang sudah Anda beli merupakan berkah tersendiri bagi banyak perusahaan. Pengoperasian perusahaan tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk membeli lisensi akan mengubah banyak hal, terlebih jika itu menimpa sebuah perusahaan kecil. Dalam kasus ini, perangkat lunak open source berhasil menyelamatkan perusahaan dari biaya besar setiap tahunnya atau secara periodik.

2. Terus mengalami perbaikan
Perangkat lunak open source terus mengalami evolusi seiring dengan pertambahan waktu karena aktifitas para developer yang tak berhenti melakukan debugging, perbaikan di sana-sini dan penambahan fitur yang dirasa relevan dan diperlukan. Hal ini mungkin sekali dilakukan dalam waktu cepat dan skala besar karena banyak orang yang terlibat dalam upaya perbaikan ini; dan siapapun berhak ikut serta dalam improvisasi perangkat lunak tersebut.

3. Bebas melakukan apapun dengannya
Pengguna sebuah software open source tidak berhenti pada proses instalasi saja; yang bersangkutan juga bisa menyesuaikan penggunaan sesuai kebutuhan. Dalam hal ini, user bebas memodifikasi fitur-fitur yang perlu diubah.

4. Tidak terjebak pada sistem kepemilikan apapun
Bergelut dengan software open source tidak akan membuat penggunanya terjebak pada sistem kepemilikan atau lisensi dimana vendor mendesain produk yang hanya kompatibel untuk sistem tertentu. Karena software open source bebas dari campur tangan atau kepemilikan perusahaan tertentu, tidaklah penting jika sang penemu software telah melepaskan diri dari karyanya atau tak lagi berkutat dalam bisnis tersebut. Yang penting adalah masih ada satu komunitas yang aktif menggarap, software open source ini tetap eksis.

Kekurangan Open Source

Akan tetapi, sejumlah pihak enggan berhubungan dengan software open source dan lebih suka memilih perangkat lunak yang berbasis lisensi. Hal-hal berikut ini alasannya, sekaligus dianggap sebagai kekurangan software open source:

1. Kurang aman
Berhubung source code perangkat lunak open source sifatnya terbuka dan bisa diakses siapapun, ketika terdapat kesalahan di dalamnya maka sangat mungkin bagi para hacker untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang mengancam keamanan sistem komputer pengguna

2. Performa tidak menjanjikan
Kondisi ini berbeda untuk dua kasus. Kasus pertama adalah dimana produk open source ini disokong oleh sebuah perusahaan atau sekelompok developer. Sementara kasus kedua terjadi saat produk open source ini hanya merupakan proyek gratisan yang dilakukan sejumlah developer. Jika yang pertama yang terjadi, maka software open source ini tak ada bedanya dengan produk komersil manapun. Tapi, semuanya berbeda ketika yang kedua lah yang terjadi, karena itu artinya tidak ada perencanaan yang jelas atas debugging atau penambahan fitur baru. Mau tak mau, end user terpaksa melakukan pengubahan tersebut sendiri agar performanya memuaskan

3. Jebakan biaya
Banyak perusahaan yang mulanya terbius oleh fakta bahwa perangkat lunak open source gratis. Malangnya, banyak pula yang tidak menyadari pentingnya melibatkan faktor biaya untuk mengintegrasikan software tersebut ke sistem mereka. Tidak hanya itu, end user harus memikirkan pula ongkos support dan maintenance di kemudian hari.

4. Risiko terabaikan dan tak berkembang
Meski sifatnya gratis, dapatkah Anda membayangkan jika suatu hari para programmer kunci perangkat lunak open source tersebut tidak lagi berminat mengembangkan atau tak punya lagi waktu untuk menggarap proyek ini? Satu-satunya hal yang pasti terjadi adalah software ini akan segera terabaikan. Proyek open source bisa dibilang angin-anginan, dan merupakan risiko yang sangat besar jika Anda berinvestasi banyak di dalamnya namun kemudian terhenti di tengah jalan.

Dunia digital tidak sepenuhnya berbeda dari dunia nyata. Terkesan maya dan tidak punya bentuk kasat mata, dunia digital menawarkan kengerian tersendiri karena apa yang dilakukan penggunanya lebih mudah diketahui ketimbang di dunia nyata. Itu semua disebabkan oleh adanya terminologi dalam dunia Internet yang bernama IP address.

Peran IP address tak bisa dikesampingkan begitu saja. Jaringan komputer tidak akan bisa berfungsi tanpa adanya address. Kapan pun, ketika Anda mengirim sesuatu, maka yang kita butuhkan adalah kepastian barang tersebut akan diterima atau sampai di alamat mana, kan? Namun, pengetahuan soal yang satu ini menjadi syarat wajib bagi mereka yang berposisi sebagai seorang network engineer atau administrator. Apa itu IP address, haruslah diketahui dengan baik. Hanya dengan memahami IP address, seseorang dapat mengkalkulasi seberapa besar kerusakan yang terjadi di sebuah jaringan.

Pengertian IP address

Konsepsi IP address muncul dengan didasari pemikiran bahwa segala sesuatu pastilah memiliki identitas. Hal ini juga berlaku pada perangkat komunikasi yang Anda gunakan saat menggunakan jaringan Internet. Perlu diketahui bahwa setiap perangkat yang berselancar di Internet memiliki satu nomor unik. Inilah yang dinamakan dengan IP address, yang merupakan singkatan dari Internet Protocol address. Nomor identifikasi unik ini menunjukkan serangkaian jaringan perangkat keras.


Setiap pengguna Internet tak bisa lepas dari IP address, karena ia merupakan syarat utama agar pengguna dapat berkomunikasi dengan perangkat lain, user, dan juga komputer lain yang terhubung dengan Internet. Berbeda dengan alamat di dunia nyata yang bisa salah dan nyasar ke tetangga, IP address memungkinkan deteksi pengguna Internet secara langsung karena ia tak pernah tergandakan. Anda dapat mengetahui dengan pasti IP address Anda seakan-akan itu nomor telepon; unik, dan hanya Anda yang satu-satunya memiliki di seluruh dunia.

Ada 2 (dua) jenis IP address, yakni public IP address dan private IP address. Public IP address merupakan alamat yang dimiliki suatu komputer sehingga yang bersangkutan memiliki akses langsung dalam jaringan Internet. Sebuah server web, server email dan sembarang server yang dapat diakses secara langsung dari Internet merupakan public IP address. Intinya, sebuah public IP address sifatnya unik secara global, dan hanya dapat diberlakukan pada satu perangkat komunikasi berbasis Internet yang unik pula.

Sementara itu, private IP address merupakan alamat yang dialokasikan oleh InterNIC sehingga memungkinkan organisasi-organisasi membuat jaringan pribadi mereka sendiri. Ada tiga blok IP yang diperkenankan untuk penggunaan publik. Komputer, tablet dan ponsel cerdas serta personal komputer di perkantoran biasanya masuk dalam kategori yang satu ini. Printer jaringan yang nangkring di ujung kantor Anda, misalnya, memiliki private IP address sehingga hanya mereka yang sekantor dengan Anda saja lah yang bisa memanfaatkannya.

Ketika sebuah komputer memiliki private IP address, maka perangkat komunikasi lokal memandang komputer ini lewat private IP address mereka juga. Namun, peralatan yang ada di luar jaringan lokal Anda tidak akan bisa berkomunikasi langsung via private IP address, tapi menggunakan router public IP address sebagai gantinya. Agar bisa mengakses langsung ke perangkat lokal yang dikenai private IP address, maka dibutuhkan sebuah Network Address Translator (NAT).

fungsi ip address
Cara kerja NAT


Sebagai suatu alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu perangkat komunikasi, IP address terdiri dari 32 bit biner yang terbagi menjadi network portion dan host portion dengan bantuan sebuah subnet mask. Ke-32 bit biner tersebut kemudian dipecah menjadi 4 (empat) oktet – dimana 1 oktet adalah 8 bit. Masing-masing oktet kemudian dikonversi menjadi bentuk desimal dan dipisahkan oleh titik alias dot.

Nah, untuk alasan inilah, sebuah alamat IP dikatakan memiliki ekspresi berupa format desimal bertitik atau dottet decimal format seperti 172.16.81.100. Nilai di masing-masing oktet berkisar antara 0 hingga 255 desimal atau 00000000 – 11111111 biner. Tapi, bagaimana mengkonversi oktet biner menjadi desimal? Caranya sederhana. Bit paling kanan, atau bit yang paling tidak penting, dari sebuah oktet memiliki nilai 20. Sementara itu, bit yang ada di sebelah kirinya memiliki nilai 21. Ini terus berlanjut hingga bit paling kiri – atau bit paling penting – yang memiliki nilai 27.

Fungsi IP address

Sudah jelas bahwa IP address merupakan sarana untuk identifikasi. Suatu IP address dapat menunjukkan identitas sebuah jaringan komputer. Mirip dengan alamat rumah yang menunjukkan lokasi fisik spesifik dari alamat tersebut, dan lain sebagainya. Semisal kita hendak mengirim paket ke seorang teman yang ada di luar negeri, maka yang kita butuhkan adalah alamat tujuan yang lengkap. Adalah tidak cukup jika pengiriman tersebut dilakukan hanya dengan mencantumkan nama dan berharap sampai padanya. Tidak. Yang perlu kita tuliskan adalah alamat spesifik tempat ia berada.

Proses semacam ini juga terjadi saat kita mengirim data lewat Internet. Namun, alih-alih menggunakan buku catatan untuk menemukan nama dan alamat fisik seseorang, komputer yang biasa kita gunakan menggunakan DNS server agar bisa menemukan nama host sehingga IP address-nya dapat ditemukan.

Ilustrasinya sebagai berikut. Ketika menuliskan sebuah website ke dalam browser sepert www.techtalk.com, maka permohonan saya untuk load halaman tersebut akan dikirim ke DNS server yang melakukan look up nama host tadi, yakni www. Techtalk.com agar bisa tiba di IP address yang tepat, misal 151.872.53.156. Tanpa adanya IP address, maka komputer kita bakal bengong; tidak tahu apa dan siapa yang harus dituju.